Dan ikhlas adalah…*entahlah…*

Maha Suci Allah Yang RahmatNya tak pernah putus…, yang kasihNya selalu bergulir dengan satuan yang lebih kecil dari pikodetik….Yang keagunganNya lebih besar.. jauh lebih besar dari jagad raya dan seisinya…..
Maha Suci allah yang Maha Mengatur…, menggariskan setiap lukisan kehidupan dengan tanganNya, memberinya warna, sehingga tergores gambar ragam peristiwa yang penuh dengan hikmah…hmmh.. sungguh Master seni yang tidak satu makhluqpun dapat menandingi…..

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa dan menyembunyikan ketaqwaannya. Ketika mereka tidak ada, orang-orang tidak merasa kehilangan. Jika mereka ada, orang-orang tidak mengetahui kalau mereka adalah mercusuar yang menerangi.” (Autobiografi Yusuf Qaradhawi)

Ikhwah fillaah rohimakumulloh –Saudaraku karena Allah, semoga Allah merahmati antum sekalian–

Selama ini, untuk menyiapkan hal-hal yang berhubungan dengan teknis bekerja, kita jarang terlupa, bahkan boleh dibilang.., hampir tidak pernah terlewatkan.

Meributkan bentuk kerja juga tak kalah menyibukkan, ada yang ingin begini dan begitu. Seperti halnya memilih posisi dan bagian kerja berawalan ‘ter’ yang sejatinya berupa ujian –terbaik, terhormat, terpopuler, teritinggi, termudah…..–

Yang jarang diagendakan adalah mengecek kondisi keikhlasan. Merenungi tentang nilai kerja yang akan kita lakukan, sudahkah termotivasi hanya karena Allah? Sudahkah dirancang hanya untuk berjuang di jalan Allah? Adakah target yang kita buat bagian dari menegakkan kalimatullaah?

Karena keikhlasan tidak berbicara tentang “siapa yang paling pintar”, keikhlasan tidak bercerita tentang “siapa yang paling banyak bekerja”, kaikhlasan juga tidak memihak “orang yang banyak menyumbang pendapat dan opini”.

Sesungguhnya keikhlasan bertutur tentang kebersihan hati tempat iman bersemayam. Tentang jiwa yang kelananya selalu memilih Rabb Yang Maha Agung sebagai tempat berteduh dan mencari ketenangan. Tentang keutuhan ruh dan jasad yang khusyuk tunduk mengemis penerimaan Allah akan semua kerja/amalan yang telah dilakukan. Dengan fasih keikhlasan berucap tentang larangan meninggikan diri dan perintah untuk tawadhu’.

Motivasi keikhlasan dibangun atas dasar penantian bertemu dengan Allah(Q.S 18:110), bukan karena sesuatu atau seseorang.

Keikhlasan adalah jembatan penghubung semua amalan kita dengan keridhoan Allah. Bukan kepintaran kita, bukan kerja-kerja kita, bukan juga ide-ide atau pendapat kita.

Apapun kerja yang kita lakukan, baiknya kita selalu mengingat bahwa amalan sejati hanyalah amalan yang mempunyai point dalam pandangan Allah…. Yang menambah catatan kebaikan dalam lembaran kitab ‘Illiyyiin(Q.S 83:18). Yang catatannya diberi dari sebelah kanan..(Q.S 84:7), bukan diberikan dari belakang…(QS. 84:10)
Wallaahu a’lam bishshowaab

2 Responses to “Dan ikhlas adalah…*entahlah…*”

  1. rahmaini Says:

    artikel ini aku minta sedikit buat buletin sekolah yah.
    syukran banget……….
    -rahmaini fatimah sabra-

  2. rahmaini Says:

    dari kmrn” nyari ikhlas 9 ketemu”.dipikir” kok ikhlas susah bgt bwt dicari artinya.

Leave a Reply