Toto-Chan….

January 22nd, 2006 by novitanovi

Degup cinta yang lahir dari hati yang bersih…. Menghadirkan nuansa ketulusan yang sarat dengan cinta kasih dan pengorbanan, cita-cita…. Dan impian….

Mungkin itu yang mampu kuceritakan tentang kisah.. toto chan..-gadis di tepi jendela..

Tentu saja ada banyak hal hal yang tak mampu kuungkap… bahkan di balik tulisan dalam buku itu, aku yakin, ada sesuatu yang lebih dahsyat dibanding cerita itu sendiri…., cerita dengan tutur sederhana tapi .. sejuta makna..

Belum lagi tentang keharuan, dan tentang sesuatu yang lain, tentang rasa yang lain…

Lantas.. bagian mana yang

kan

kujadikan bekal untuk mimpiku sendiri…?

Tentu saja tentang bekal kesungguhan dalam mendidik dan mencintai anak-anak…..

Tentang keseriusan pendidikan pada masa dini yang akan sangat membawa pengaruh pada masa kehidpan seorang anak manusia sesudahnya…

Tentang ketulusan yang mampu menghadirkan kesan mendalam dalam jiwa seseorang… ,kesan yang selalu bersemayam dan senantiasa melekat di hati itu…..tentunya hadir dan dihujamkan oleh sesuatu yang sangat kuat..

Tapi ada hal yang hilang…. Dibalik semua penampakan yang penuh keharuan itu, yang penuh dengan unsur2 emosional itu… kemana sisi yang  bercerita tentang kerinduan pada sang pencipta.. tentang kecintaan kepada Yang Maha Mencinta…

Meski kematangan emosional menjadi modal yang tepat untuk menapaki kehidupan, tentu saja akan tetap menjadi sesuatu yang ‘tidak utuh’ jika tidak melibatkan unsure rabbaniyah… tentang ruang ruhiyah yang menyimpan makna kehidupan yang sesungguhnya…

Penghargaan….

Ketulusan….

saling menolong….

bimbingan dan kerja keras…

kesungguhan dan pengorbanan….

ditambah beribu-ribu daftar kehalusan sifat manapun….

Adakah semuanya mampu  terbawa ke kehidupan sebenarnya..

Sampai di kehidupan hakiki saat mulut dikunci…

Tiba di suatu masa saat tangan dan kaki bicara..

Tidak.. tentu saja tidak… semuanya akan begitu saja berhenti di sini, di dunia yang sebentar ini… jika dalam semua kehalusan sifat itu…. Tidak dikenal sesuatu yang bernama… keikhlasan……

Perjuangan meraih keindahan sepertiga malam…….

December 14th, 2005 by novitanovi

Kelak mata ini kan
sangat fasih bercerita, tentang keadaan dirinya yang lebih banyak
menutup dalam buaian tidur– yang padahal tidak terasa nikmat dirasa
badan….–, tentang kerinduannya ‘berjumpa’ rabb Maha Agung yang
sering pupus akibat lebih sering terseret ke dalam  lena dunia mimpi
dibanding terbawa dalam  buaian munajat seorang hamba nan penuh mohon
dan harap….

Badan ini kan sangat
lancar bertutur ….. tentang keengganan beranjak dari kasur yang
nyamanpun tidak!!,

Pada saat  mulut
dikunci, kaki ini kan angkat bicara tentang langkahnya yang sering
terseok menuju kamar mandi tuk mengambil wudhu…..

Entah malam dapat
bagian/kesempatan atau tidak…, jika ya… maka malam akan sangat
lantang mengadukan seorang hamba yang malas berjuang mengalahkan
nafsunya tuk bangkit menuju air…. Bersuci tuk menghadap Rabb yang
senantiasa setia mendengar keluh kesah hamba di sepertiga malam
terakhir….

Meski di siang hari
seluruh anggota badan ini kompak merasakan penyesalan akibat malam
yang tak diisi dengan tahajjud, malam kan tetap menjadi masa
bertempurnya keinginan nurani dan godaan syeithon…

Masakah hati yang bersih
rela membiarkan sepertiga malam terakhir lewat begitu saja……,
tanpa diiringi dengan rintihan permohonan dengan kerendahan hati yang
dalam…. Dengan harap yang sepenuh harap..??

Sedang pada masa itu Allah
mengabulkan do’a, Dia yang Maha gagah turun ke bumi… pada saat
itu pintu langit dibuka.. dan do’a-do’a siap terkabulkan…,
setiap mimpi siap kan jadi kenyataan, setiap kesalahan Allah berjanji
tuk diampunkan…..

Adakah hati yang
sehat tenang saat tahajjud tak dikerjakan??, sedang ia adalah
kebiasaan orang-orang shaleh , amalan yang kan mendekatkan kita
dengan Rabb Yang Maha suci… dan mengangkat kita beberapa derajat

Begitu syahdunya
suasana sepertiga malam terakhir, hanya kan mampu terasa oleh mereka
yang bersungguh-sungguh meraih cintaNya…. Memohon ampun padaNya..,
merendahkan diriNya di hadapan Allah yang maha Tinggi…..

Adakah aku termasuk
dalam orang-orang itu ya Allah….. dengan segenap jiwa kumohonkan
pertemuan di sepertiga malam terakhir….

Yang sekarang dan yang berlalu….

December 2nd, 2005 by novitanovi

   

         

      

Periode kehidupan yang hadir lewat peristiwa yang mirip……
boleh jadi itu tentang kebodohan –karena mengulangi kesalahan yang sama–
atau tentang pelajaran kehidupan yang sangat sulit…
hingga Allah mengulanginya kembali untuk kita rasakan, renungi dan tanamkan….

–masih tentang Islam dan aku kok… hmmmm ^_^–

Kholili…

December 2nd, 2005 by novitanovi

Kholili..

   

   
    
   
   

 

Ada
saudara yang kehadirannya selalu dinanti, perginya meninggalkan
kerinduan.. dan bersama dengannya menjadi moment yang enggan kita
akhiri..

Kekasih, cukuplah sudah kata ini menggambarkan siapa dirinya…

Dan ikhlas adalah…*entahlah…*

November 27th, 2005 by novitanovi

Maha Suci Allah Yang RahmatNya tak pernah putus…, yang kasihNya selalu bergulir dengan satuan yang lebih kecil dari pikodetik….Yang keagunganNya lebih besar.. jauh lebih besar dari jagad raya dan seisinya…..
Maha Suci allah yang Maha Mengatur…, menggariskan setiap lukisan kehidupan dengan tanganNya, memberinya warna, sehingga tergores gambar ragam peristiwa yang penuh dengan hikmah…hmmh.. sungguh Master seni yang tidak satu makhluqpun dapat menandingi…..

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa dan menyembunyikan ketaqwaannya. Ketika mereka tidak ada, orang-orang tidak merasa kehilangan. Jika mereka ada, orang-orang tidak mengetahui kalau mereka adalah mercusuar yang menerangi.” (Autobiografi Yusuf Qaradhawi)

Ikhwah fillaah rohimakumulloh –Saudaraku karena Allah, semoga Allah merahmati antum sekalian–

Selama ini, untuk menyiapkan hal-hal yang berhubungan dengan teknis bekerja, kita jarang terlupa, bahkan boleh dibilang.., hampir tidak pernah terlewatkan.

Meributkan bentuk kerja juga tak kalah menyibukkan, ada yang ingin begini dan begitu. Seperti halnya memilih posisi dan bagian kerja berawalan ‘ter’ yang sejatinya berupa ujian –terbaik, terhormat, terpopuler, teritinggi, termudah…..–

Yang jarang diagendakan adalah mengecek kondisi keikhlasan. Merenungi tentang nilai kerja yang akan kita lakukan, sudahkah termotivasi hanya karena Allah? Sudahkah dirancang hanya untuk berjuang di jalan Allah? Adakah target yang kita buat bagian dari menegakkan kalimatullaah?

Karena keikhlasan tidak berbicara tentang “siapa yang paling pintar”, keikhlasan tidak bercerita tentang “siapa yang paling banyak bekerja”, kaikhlasan juga tidak memihak “orang yang banyak menyumbang pendapat dan opini”.

Sesungguhnya keikhlasan bertutur tentang kebersihan hati tempat iman bersemayam. Tentang jiwa yang kelananya selalu memilih Rabb Yang Maha Agung sebagai tempat berteduh dan mencari ketenangan. Tentang keutuhan ruh dan jasad yang khusyuk tunduk mengemis penerimaan Allah akan semua kerja/amalan yang telah dilakukan. Dengan fasih keikhlasan berucap tentang larangan meninggikan diri dan perintah untuk tawadhu’.

Motivasi keikhlasan dibangun atas dasar penantian bertemu dengan Allah(Q.S 18:110), bukan karena sesuatu atau seseorang.

Keikhlasan adalah jembatan penghubung semua amalan kita dengan keridhoan Allah. Bukan kepintaran kita, bukan kerja-kerja kita, bukan juga ide-ide atau pendapat kita.

Apapun kerja yang kita lakukan, baiknya kita selalu mengingat bahwa amalan sejati hanyalah amalan yang mempunyai point dalam pandangan Allah…. Yang menambah catatan kebaikan dalam lembaran kitab ‘Illiyyiin(Q.S 83:18). Yang catatannya diberi dari sebelah kanan..(Q.S 84:7), bukan diberikan dari belakang…(QS. 84:10)
Wallaahu a’lam bishshowaab

Berikhlas dalam kesederhanaan…

November 27th, 2005 by novitanovi

Senang sekejap!!!! dan kemudian malu, sadar diri, tersentak!!!! bahkan ciut hati dan terdeklarasi ucapan :"tak pantass………."

kenapakah label2 nan tinggi itu selalu hadiiirr..??

*nyebeliiiinnn tauuuukkk*

tidakkah engkau tahu.. bahwa aku hanya ingin menjadi sederhana..

sesederhana sederhananya…… bukan merendah untuk maksud meninggi hati..

apalagi benar2 mengaku berada dalam derajat yang tinggi….

aku adalah saudaramu.. biasa saja// layaknya engkau.., aku adalah hambaNya..

bahkan mungkin lebih hina… walau aku tahu anugrah Allah selalu bikin kita mulia.. mulia karena kita manusia…. khalifah..*insya Allah..*

dalam kesendirian bersamaNya lebih lebih lagi…. aku kian mengecil… menciut…

dan bisakah kau memberiku kesempatan tuk jadi biasa biasa saja….

B I A S A….. biasa saja…..

dan Engkaulah nan Maha Tinggi…